KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP Ciri dan Jenis Bebek-Itik Tips Cara Perawatan

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP Ciri dan Jenis Bebek-Itik Tips Cara Perawatan

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP

KUMPULAN ANEKA JENIS BEBEK-ITIK LENGKAP


Untuk Anda yang ingin memulai berternak bebek/itik, ada baiknya untuk mempelajari beberapa kiat-kiat cara memelihara bebek/itik yang baik. Apalagi, bila usaha ini akan Anda jadikan sebagai lahan bisnis, Anda tentu tidak mau mengambil resiko merugi karena salah dalam penanganan bebek/itik peliharaan Anda. Berikut ini merupakan cara memelihara /itik untuk pemula, mulai dari pemilihan bibit hingga penanganan terhadap penyakit yang sering menyerang bebek/itik.

Pemilihan Bibit (DOD)

Hal pertama yang harus diketahui dalam memilih DOD adalah pastikan kita mengetahui umur dari DOD yang kita pelihara sehingga kita dapat memberi perawatan yang tepat bagi DOD tersebut. Selain itu, pastikan DOD memiliki kualitas yang baik agar didapatkan hasil maksimal. Ciri-ciri DOD dengan kualitas unggul adalah:
  • Memiliki bulu yang bagus dan kering
  • Memiliki bobot sekitar 38-40 gram
  • Kedua mata terbuka
  • Bibit bergerak lincah
  • Tidak memiliki cacat
Pembuatan Kandang

Kandang sebagai tempat tinggal dari bebek cukup perlu diperhatikan, agar bibit bebek atau bebek yang tinggal di dalamnya dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah terserang penyakit dan mati.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang bebek adalah:
  • Kandang bebek harus bersih dan memiliki permukaan lantai yang rata dan kering. Hal ini bertujuan agar bebek tidak mudah terserang penyakit.
  • Temperatur di dalam kandang bebek kurang lebih 27º-30º C.
  • Memiliki penerangan cahaya yang cukup dan sirkulasi udara yang lancar.
  • Memiliki pagar atau dinding yang dapat melindungi bebek dari hewan lain yang berbahaya.
  • Memiliki kolam air untuk bermain dan tempat air minum
Dalam pemeliharaan bebek, terdapat 3 jenis kandang untuk masing-masing umur bebek, antara lain:
  • Kandang brooder, untuk anak bebek
    Anak bebek (DOD) dalam masa umur 1 hari-2 minggu memerlukan kandang dengan ukuran kurang lebih 1 m2. Kandang tersebut dapat menampung anak bebek sekitar 50 ekor. Sebelum anak bebek dimasukkan ke dalam kandang, ada baiknya bila menyemprotkan disinfektan agar kandang bebas dari kuman penyakit.
  • Kandang untuk bebek remaja
    Bebek setelah berumur lebih dari 2 minggu dapat dipindahkan ke kandang biasa (dipindahkan dari box).
  • Kandang layar, untuk bebek siap bertelur
    Ukuran dari kandang ini adalah sekitar 3x4 meter dengan kapasitas hingga 30 ekor bebek ukuran sedang.
Pemberian Pakan Bebek

Dalam memberi pakan bebek, terdapat 3 jenis fase dimana pakan dalam fase tersebut biasanya diberikan pakan dari pabrik sesuai dengan umur bebek, yaitu fase starter ( umur 0-8 minggu), fase grower ( 8-18 minggu), fase layar (18-27 minggu). Akan tetapi untuk lebih menghemat biaya ternak, bisa juga menggunakan pakan seperti jagung, dedak padi, keong mas, sisa sayuran, pelet buatan dan lain-lain.

Cara pemberian pakan juga disesuaikan dengan umur dari bebek tersebut, dengan porsi sebagai berikut:
  • Bebek umur 1-2 minggu, diberikan kurang lebih 60 gr pakan/ekor/hari
  • Bebek umur 3-4 minggu, diberikan kurang lebih 80 gr pakan/ekor/hari
  • Bebek umur 5-9 minggu, diberikan kurang lebih 100 gr pakan/ekor/hari
  • Bebek umur 10 minggu atau lebih, diberikan kurang lebih 150-180 gr pakan/ekor/hari.
Dalam pemberian pakan ini, usahakan jangan memberikan pakan sekaligus dalam satu kali. Tetapi, berikan secara bertahap dan terus menerus demi menjaga kualitas dan efisiensi pakan itu sendiri. Karena pada dasarnya, unggas ini kurang menyukai pakan yang sudah lama.
Sedangkan untuk kebutuhan minum bebek juga disesuaikan dengan umurnya:
  • Bebek umur 0-7 hari, diberikan air minum yang ditambahkan vitamin dan mineral.
  • Bebek umur 7-28 hari, diberikan air minum secara terus menerus, yang ditempatkan di wadah air minum di pinggir kandang.
  • Bebek umur 28 hari dan seterusnya, diberikan air minum diberikan air minum dalam wadah yang berukuran 2 mx15 cm dan tinggi 10 cm. Dapat digunakan untuk 200-300 ekor bebek.
Upayakan kualitas air selalu terjaga dengan diganti setiap hari dan membersihkan tempat air minumnya.

Penyakit Bebek

Dalam memelihara bebek yang berasal dari bebek DOD, diperlukan penanganan yang sangat intensif karena pada tahap ini bebek DOD memiliki resiko kegagalan yang sangat tinggi. Diantaranya karena kurang sesuainya pemberian pakan yang cocok serta kondisi kandang yang membuat bebek DOD mengalami disorientasi lingkungan.
Dalam hal penyakit, yang sering menyerang unggas ini terbagi menjadi dua jenis penyakit, yaitu:

Penyakit tidak menular

Penyakit ini lebih disebabkan oleh tidak baiknya pemeliharaan seperti kebersihan kandang yang tidak terjaga, keracunan pakan dan kurangnya vitamin serta protein terutama pada fase starter (DOD). Penyakit yang timbul antara lain:
  • Stress, akibat dari terlalu banyak bebek yang terdapat pada kandang, kandang yang kotor, lingkungan yang bising, perubahan jenis pakan bebek dan lain lain. Untuk menanggulangi penyakit ini, yang harus dilakukan adalah mengurangi potensi akan gangguan yang menimbulkan penyakit tersebut.
  • Brooder pneumonia
    Penyakit ini menyerang bebek pada saat fase starter DOD yang disebabkan oleh ventilasi kandang yang kurang baik, serta pengontrol pemanas yang kurang baik, sehingga mengakibatkan pembengkakkan kepala, mata berair dan pernafasan yang terganggu. Penyakit yang satu ini dapat diatasi dengan memberikan obat pada air minum untuk mengurangi tersebarnya penyakit tersebut.
  • Kekurangan vitamin A dan Vitamin D
    Hal ini dapat menyebabkan bebek mengalami gangguan pertumbuhan, kelumpuhan, mata berair dan bebek menjadi kurang aktif.
  • Mycosis
    Disebabkan oleh keracunan makanan yang diakibatkan oleh pakan bebek yang sudah basi atau tidak layak dikonsumsi dan jamur yang tumbuh dan berkembang di kandang. Penyakit ini menyebabkan kurang nafsu makan dan berat badan yang menyusut drastis dalam beberapa hari dan apabila tidak tertangani segera dapat menyebabkan kematian dalam waktu satu minggu. Hal utama yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan membersihan kandang secara berkala serta pemberian kapur pada lantai kandang terutama pada saat musim hujan.
Penyakit Menular

Penyakit yang menular pada itik banyak disebabkan oleh bakteri, kuman atau virus melalui kontak langsung atapun melalui udara. Penyakit ini antara lain:
  • Fowl Cholera (kolera itik)
    Disebabkan oleh kandang basah serta lembab. Tanda bebek yang terserang penyakit ini adalah sesak nafas, pial bengkak dan panas, serta memisahkan diri dari kelompoknya. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi Fowl Cholera, obat Preparat-preparat Sulfat, Choramphenicol, atau Tetracycline.
  • Fowl Pox (Cacar)
    Penyakit ini ditandai dengan banyaknya benjolan-benjolan pada kaki dan kepala. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi yang diberikan melalui pemberian suntikan dibalik sayap itik. Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengelupasi benjolan-benjolan yang terdapat pada bagian kaki itik hingga berdarah kemudian diberikan yodium tingture (6-10%) dengan cara dioleskan.
  • White Eye (Mata Memutih)
    Tanda penyakit ini adalah keluarnya cairan berwarna putih bening dari bagian mata dan paruh, kotoran yang bening, dan dalam beberapa jam kemudian akan berubah menjadi kekuning-kuningan, lemah, sulit bernafas, dan akhirnya akan mengalami kelumpuhan, kejang-kejang, serta kematian. Pengobatan dan pencegahannya yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian antibiotika (terramycin atau aureomycins) dicampur dengan air minum.
  • Coccidiosis (berak darah)
    Gejala pada itik yang terserang penyakit jenis ini adalah nafsu makan menurun, penurunan berat badan yang drastis, dan kemudian menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini bisa menular melalui kotoran itik dan terjadi cukup cepat serta banyak menyerang anak itik.
  • Salmonellosis
    Menyebabkan kematian mencapai 50%. Penyebab dari peyakit ini adalah kuman salmonella Anatis, yang menular melalui lalat dan minuman atau makanan yang telah tercemar oleh kuman tersebut. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang
  • Sinusitis dan Aflatoksikosis
    Penyakit ini disebabkan oleh kandang yang tidak terjaga kebersihannya, kekurangan mineral serta tidak tersedia kolam permainan untuk bebek. Gejala yang timbul antara lain pembengkakan sinus, terjadi pendarahan di bawah kulit dan jari serta mati dalam posisi terlentang. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan pemeliharaan yang dilakukan dengan baik. Pengobatan dapat dilakukan dengan menyuntikkan antibiotika (streptomycin) ke dalam sinus yang sakit dan memberikan antibiotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakan.
Yang paling utama dalam mencegah penyebaran penyakit yang timbul adalah dengan memisahkan bebek yang terlihat mengalami gejala terserang penyakit dan juga menghubungi pihak dinas kesehatan apabila dampak ataupun jenis penyakit yang timbul diluar dari kewajaran terserang penyakit.

Sarana & Kandang Itik Petelur

Secara umum, kandang yang baik bagi itik adalah memenuhi beberapa syarat berikut :
  • Suhu di dalam kandang tidak boleh lebih dari 40 derajat celcius dan tidak kurang dari 35 derajat celcius.
  • Kandang boleh lembab asal tidak melebihi toleransi sebanyak 60%.
  • Penerangan memadai di tiap sudut kandang sehingga memudahkan kita dalam menata ulang kandang sewaktu - waktu.
  • Manajemen bahan yang efektif. Tidak harus mahal namun dapat dibuat dengan bahan murah yang dapat dipergunakan dalam waktu lam.
  • Persiapkan kebutuhan seperti tempat makan dan minum sedini mungkin.
Pembibitan Itik Petelur Unggul

Pembibitan merupakan kunci sukses dalam ternak bebek petelur. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan bibit yang benar - benar unggul dan terbukti kualitasnya. Harga mahal itu relatif. Sesuaikan dengan kualitas. Karena jika bibit yang anda gunakan hanya berkualitas biasa, maka hasilnya juga tidak akan memuaskan. Carilah bibit tetas dari peternak terpercaya. Dalam mendapatkan bibit itik, ada beberapa cara yang dapat kita tempuh, diantaranya yaitu :
  • Membeli dan memelihara indukan itik yang unggul dan telur tetasnya kita taruh di sarang ayam atau mentok sehingga diperoleh bibit yang kita inginkan.
  • Mencari indukan unggul yang terjamin dan kita beli telur tetasnya
  • Membeli bakalan atau starter itik berusia 1 hari hingga 1 setengah bulan, dikenal dengan DOD.

Konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada yang lebih ahli. Jika perlu minta rekomendasi peternak yang memiliki DOD yang bagus.Yaitu tidak cacat dan berwarna kuning cerah yang mengkilap.

Perawatan bibit itik petelur unggul

Setelah kita dapatkan bibit itik petelur tersebut. Kita masuk pada fase selanjutnya dalam hal pembibitan, yaitu bagaimana merawat bibit itik tersebut sehingga dapat menjadi seperti apa yang kita inginkan. Saya beri contoh, setelah kita mendapatkan bakalan starter DOD yang unggul, kita wajib segera menangani nya, bibit itu harus segera kita masukkan ke dalam kandang indukan yang sudah kita bahas diatas.

Jagalah dan pastikan temperatur suhu dapat mencapai sudut kandang, agar semua bibit tersebut mendapatkan perawatan secara merata. Maksimal 1 meter persegi box atau kotak dapat menampung 50 ekor bibit. berikan pakan yang sesuai dengan usia itik, jika masih starter atau bakalan, maka berikan banyak vitamin dan mineral ke dalam air nya. Gunanya menjaga ketahanan itik dari hama dan penyakit yang disebabkan oleh stress.

Perawatan calon induk itik

Setelah kita melalui proses perawatan bibit, ada baiknya kita segera menentukan kemana nantinya calon induk itik petelur akan dipasarkan, dan dalam bentuk apa. Ada dua jenis telur itik yang nantinya akan mempengaruhi proses produksi. Yang pertama yaitu calon induk itik untuk telur konsumsi, dan yang kedua adalah induk itik untuk telur tetasan. Dalam memproduksi telur tetasan, hal yang wajib kita sediakan adalah pejantan, umumnya satu pejantan harus kita persiapkan untuk 6 ekor itik betina.

Untuk mendapatkan telur tetas yang subur dan terbuahi oleh pejantan, kita dapat mencapainya dengan pakan buatan maupun dengan perkawinan alami dengan itik betina. Untuk hal lainnya dalam perawatan, tidak ada hal lain yang membedakan. Oleh karena itu, sebaiknya penentuan telur itik kita lakukan sebelum calon induk layak produk.

Pemeliharaan & Pakan Itik Petelur

Pemeliharaan adalah hal yang paling utama di atas segalanya dalam usaha budidaya itik petelur. Indukan yang bagus pun tidak akan subur dan menghasilkan jika pakan dan metode pemeliharaan yang kita terapkan itu salah. Dan sebaliknya, indukan yang kualitasnya biasa saja dapat menghasilkan jumlah telur yang optimal jika jika kita sudah menemukan cara pemeliharaan yang baik dan benar. Ada beberapa hal yang jika kita bisa lakukan secara terprogram, maka hasil yang optimal dapat kita capai, dan resiko penyakit maupun kematian dapat diminimalisir.
  • Kita jaga kebersihan kandang, amati secara berkala, apakah kandang perlu dibersihkan atau tidak. Umumnya kandang yang kotor rawan menimbulkan bakteri dan jika masuk ke dalam tubuh itik akan timbul suatu penyakit dan mengurangi keberhasilan ternak. Selain itu biaya pengobatan itik juga dapat memotong keuntungan dari hasil produksi. Bila perlu kita sterilkan kandang dengan obat secara berkala.
  • Konsultasikan masalah dan penyakit yang timbul kepada dokter hewan dengan segera. Penanganan yang lambat akan sangat merugikan jika penyakit tersebut menular kepada itik yang lain. Bila perlu catat periode dimana penyakit mulai melanda dan perkiraan kesembuhannya.
  • Pemberian pakan wajib disesuaikan dengan fase dan usia itik petelur tersebut. Umunya terbagi menjadi tiga fase, yaitu starter, grower, dan layar. Ketiga fase tersebut dapat kita berikan pakan langsung buatan pabrik yang banyak tersedia di toko peternakan. Sesuaikan usia itik dengan fase yang tertera pada kemasan pakan. Untuk pemberian kita dapat menyesuaikan karakteristik itik tersebut berdasarkan usia, Pada usia 0 sampai 2 minggu kita berikan makanan pada wadah yang rata(tray).
Diatas tdua minggu, kita dapat mulai menaburkan pakan di lantai, tetapi tetap kita berikan juga di wadah yang rata tadi. Pada usia 3 minggu hingga satu bulan, itik sudah terbiasa dengan pakan di lantai. Usia diatas dua bulan, kita sudah bisa mulai mengenalkan pakan buatan agar itik dapat mendapat nutrisi yang baik dan mulai memproduksi telur. Biasanya berbentuk ransum yang terbuat dari berbagai macam campuran. Mengenai ransum akan kita bahas lebih mendetail di artikel selanjutnya. Setelah fase ransum berhasil, kita sudah bisa memberi makan secara ad libitum terus menerus dan disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Sedangkan air, berikan vitamin dan mineral untuk itik usia kurang dari satu minggu. Selanjutnya lewat satu minggu, kita dapat terus menerus mengisi air dan posisi air ada di pinggir kandang. Setelah itik masuk usia satu bulan, baru lah kita buat tempat minum dengan panjang 2 meter untuk 200 hingga 300 ekor itik dalam satu kandang dan diberikan secara terus menerus.

Pemanenan & Pemasaran Telur Itik

Perlu diketahui, itik / bebek biasanya bertelur saat dini hari. Jadi jika kita melihat nya pada pukul 6 pagi, maka bisa dipastikan bahwa itik tidak akan bertelur lagi. Kita boleh mengeluarkan itik dari dalam kandang dan mulai memanen telur itik satu persatu. Wadah telur dapat kita buat dari keranjang yang berbentuk cekung. Jangan terlalu lama membiarkan atau menyimpan telur itik terlalu lama karena mudah busuk. Jika tidak diawetkan lebih baik langsung anda pasarkan.

Untuk pemasaran kami bisa menjamin bahwa anda tidak akan kekurangan penadah / pengumpul. Karena selama ini kebutuhan telur itik yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan hasil produksi yang meningkat. Selain melalui penadah, kita juga bisa langsung menjualnya ke pasar atau ke rumah makan dalam bentuk telur asin. Disamping kurangnya hasil produksi, banyak para peternak itik petelur yang berhenti di tengah jalan karena putus asa melihat kurangnya produktivitas itik ternakannya. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran ekstra dan ketangkasan dalam budidaya itik.

Tinggalkan Komentar: